FAQ Program OK-Otrip

Sudahkah Anda menikmati layanan OK-Otrip?

Pada tanggal 14 Desember 2017, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengadakan soft launching layanan OK-Otrip di Balai Kota. Pada tanggal 22 Desember 2017 uji coba tahap 1 dimulai di lingkungan Transjakarta sementara uji coba tahap 2 dimulai pada 14 Januari – 14 April 2018 dan kemudian diperpanjang hingga Juli 2018.

  1. Apa yang dimaksud dengan program OK-Otrip?

Jawab: Program OK-Otrip ini merupakan sistem transportasi yang terintegrasi (integrasi rute, integrasi manajemen, integrasi pembayaran) dimana warga hanya membayar maksimal Rp 5.000,- untuk sebuah perjalanan dengan menggunakan sejumlah moda transportasi massal. Selama masa uji coba, tarif yang perlu dibayarka warga pada setiap perjalanan adalah maksimal Rp 3.500

  1. Mulai kapan program OK-Otrip ini berlaku?

Jawab: Tahap pertama uji coba program Ok-Otrip dimulai pada 22 Desember 2017 dan berlaku di seluruh lingkungan BRT Transjakarta.  Kemudian tahap uji coba tahap kedua berlangsung pada 15 Januari – 15 April 2018 dan akan diperpanjang hingga Juli 2018 dengan mengintegrasikan 4 rute bus kecil (angkot) di  empat wilayah yang sudah ditentukan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

  1. Rute mana saja yang dilayani oleh OK-Otrip?

Jawab: Layanan OK-Otrip pada tanggal 22 Desember 2017 sudah dapat digunakan di seluruh BRT Transjakarta.  Dan selama masa uji coba integrasi dengan bus kecil (angkot) pada tanggal 15 Januari – 15 April 2018 (diperpanjang hingga Juli 2018) akan berlangsung di empat trayek terlebih dahulu, yaitu:

  • Kawasan Jakarta Barat : Jelambar
  • Kawasan Jakarta Utara : Warakas
  • Kawasan Jakarta Timur : Duren Sawit
  • Kawasan Jakarta Selatan : Lebak Bulus

Saat ini ada 5 rute OK-Otrip menggunakan bus kecil yang sudah beroperasi, antara lain:

 

  1. Berapakah tarif yang diberlakukan pada program OK-Otrip ini?

Jawab: Dengan program OK-Otrip, setiap warga nantinya cukup membayar maksimal Rp 5.000 untuk satu tujuan perjalanan dari titik awal sampai ke titik tujuan dalam durasi tiga jam sejak tap in pertama hingga tap in terakhir. Namun, dalam masa sosialisasi selama tahap uji coba berlangsung (Desember 2017 – April 2018, diperpanjang sampai Juli 2018) tarif yang dikenakan adalah tarif promo yaitu hanya sebesar maksimal Rp 3.500 dalam durasi tiga jam.

  1. Jika masa uji coba sudah berakhir berarti tarif yang berlaku Rp 5.000?

Jawab: Iya jika masa uji coba sudah berakhir, maka tarif maksimal yang berlaku adalah Rp 5.000 dalam durasi tiga jam.

  1. Kalau saya hanya menggunakan Transjakarta, berarti jadi lebih mahal dong?

Jawab: Tentu tidak, karena saat pelanggan tap in pertama di Transjakarta, pelanggan hanya dikenakan tarif Rp 3500. dan juga tarif ekonomis sebesar Rp 2000 di jam 05 – 07 pagi masih tetap berlaku.

  1. Kalau saya kena macet dan perjalanan saya memakan waktu 3 jam 1 menit, berarti saya dikenakan Rp 10.000 ya?

Jawab: Tidak. Yang dimaksud 3 jam tersebut adalah dihitung sejak tap in pertama hingga tap in terakhir. Jadi jika Anda sudah tap in terakhir dibawah 3 jam, lalu macet, maka Anda tidak perlu membayar lagi.

  1. Bagaimana mekanisme penggunaan layanan OK-Otrip ini?

Jawab: ilustrasinya seperti berikut ini :

*Tanpa OK-Otrip*

Jam 07:05 tap in di Transjakarta : 3500

Jam 07:50 tap out.

Jam 09:10 tap in di Transjakarta : 3500

Jam 09:40 tap out.

Jam 10:00 tap in di Transjakarta : 3500

Jam 11:00 tap out.

*Dengan OK-Otrip*

Jam 07:05 tap in di Transjakarta : 3500

Jam 07:50 tap out.

Jam 09:10 tap in di Transjakarta : 1500

Jam 09:40 tap out.

Jam 10:00 tap in di Transjakarta : 0

Jam 11:00 tap out.

*Tanpa OK-Otrip*

Jam 08:15 tap in di Transjakarta : 3500

Jam 09:50 tap out.

Jam 14:20 tap in di Transjakarta : 3500

Jam 16:00 tap out.

*Dengan OK-Otrip*

Jam 08:15 tap in di Transjakarta : 3500

Jam 09:50 tap out.

Jam 14:20 tap in di Transjakarta : 3500

Jam 16:00 tap out.

  1. Apakah OK-Otrip ini dapat diakses menggunakan kartu eticket yg sudah ada saat ini?

Jawab: Untuk bisa menikmati layanan OK-Otrip Anda harus menggunakan kartu OK-Otrip. Namun kartu eticket yang ada saat ini tetap dapat digunakan seperti biasa dengan tarif reguler (bukan tarif OK-Otrip).

  1. Kenapa harus menggunakan kartu berbeda? Kenapa tidak menggunakan kartu eticket yang sudah ada saja?

Jawab: Karena adanya perbedaan kebijakan  tarif antara layanan regular dengan layanan Ok-Otrip.

  1. Kalau saya hanya naik transjakarta untuk ke kantor sehari-hari, apakah saya perlu membeli kartu OK-Otrip?

Jawab: Pelanggan tidak wajib membeli kartu OK-Otrip, namun jika pelanggan ingin menikmati layanan OK-Otrip yaitu dengan tarif maksimal Rp. 5.000,- dalam durasi tiga jam, pelanggan dapat membeli kartu OK-Otrip di halte – halte Transjakarta.

  1. Di mana saya dapat membeli kartu Ok-Otrip?

Jawab: Kartu Ok-Otrip saat ini dapat dibeli di seluruh halte Transjakarta.

  1. Apakah saya bisa meminjamkan kartu OK-Otrip saya untuk teman saya?

Jawab: Kartu OK-Otrip sudah menggunakan sistem One Man One Ticket sehingga satu kartu hanya dapat digunakan oleh satu pelanggan.

  1. Apakah kartu Ok-Otrip juga bisa digunakan untuk transportasi umum lain seperti commuter line, dll?

Jawab: Ya, karena pada dasarnya kartu OK-Otrip ini adalah kartu uang elektronik biasa, yg diterbitkan oleh bank. Sehingga kartu tsb juga bisa digunakan untuk bertransaksi normal di tempat lain selama sudah bekerjasama dengan bank penerbit kartu OK-Otrip tsb.

  1. Apakah kartu eticket biasa (flazz, emoney, jakcard, brizzi, tapcash, dan megacash) juga sudah diberlakukan one man one ticket?

Jawab: Kedepannya seluruh kartu eticket juga akan diberlakukan demikian sehingga sangat diharapkan satu kartu hanya digunakan oleh satu pelanggan.

  1. Jika saya pemilik kartu layanan gratis, apakah saya juga dapat menikmati layanan OK-Otrip ini secara gratis?

Jawab: Benar, seluruh pelanggan pemilik kartu layanan gratis (baik dalam bentuk JakCard Combo ataupun TJ Card) dapat tetap menikmati layanan gratis jika kartu tersebut sudah dilakukan reperso (registrasi perpanjangan) di sepanjang bulan Desember 2017 pada 15 halte yang membuka layanan registrasi perpanjangan.

  1. Kalau saya memiliki saran dan masukan mengenai program OK-Otrip ini kemana saya harus menghubungi?

Jawab: Anda dapat menghubungi contact center Transjakarta 1500-102 atau mention akun twitter resmi Transjakarta @PT_Transjakarta, Pemprov DKI Jakarta @DKIJakarta, dan Jakarta Smart City @JSCLounge