Integrasi Transportasi Berperan Kurangi Emisi

Perpindahan masyarakat dari menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun empat ke angkutan umum menekan emisi.

Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono dalam konferensi pers Earth Hour 2019 di Jakarta, Rabu (27/3), mengungkapkan sektor transportasi berkontribusi di perkotaan mencapai 46%. Angka itu harus dikurangi bahkan ditekan dengan integrasi antarmoda transportasi.

Ia mencontohkan di Dukuh Atas dibuka rute terintegrasi, antara lain Dukuh Atas-Kota, Dukuh Atas-Sam Ratulangi, Dukuh Atas-Kuningan, dan Dukuh Atas-Tanah Abang. Kawasan ini menjadi sentral karena pertemuan lima moda transportasi, yakni Transjakarta, MRT Jakarta, LRT, Kereta Bandara, dan Kereta Commuter Indonesia (KCI). “Dengan angkutan massal maka jumlah yang diangkut lebih besar, dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi yang hanya satu ataupun dua orang,” katanya.

Transjakarta, menurut Agung, juga diinstruksikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadirkan angkutan umum dalam setiap 500 meter. Dimanapun orang berada dengan mudah menemukan transportasi publik.

Seperti integrasi dengan MRT Jakarta, Transjakarta membuka rute BSD- Bundaran Senayan (S12), Bintaro-Blok M (S31), Pondok Cabe-Tanah Abang (S41), Jatijajar-Lebak Bulus (D21), dan Cinere-Kuningan (D31).

Selain itu kini hadir sekitar 700 unit angkutan mikro yang direvitalisasi dalam menjangkau masyarakat.

Acara ini yang dihadiri CEO WWF Rizal Malik, Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Lingkungan Hidup Yuli Hartono, Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono, dan Division Head Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin.

CEO WWF Indonesia Rizal Malik juga mendorong masyarakat bersama-sama menggunakan transportasi publik. Meninggalkan kendaraan pribadi.