Kemajuan Negara Mengacu Transportasi Publik

Salah satu indikator negara maju adalah warganya menggunakan transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi. Demikian disampaikan Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Sri Haryati dalam sambutannya pada acara Ngariung Bareng bersama para pemangku kepentingan bus kecil di kantor Transjakarta, Jakarta, Selasa (5/3). Acara ini dihadiri Plt kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko, Plt Kepala Biro Perekonomian M Abbas, Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono, Direktur Keuangan Transjakarta Welfizon Yuza, Direktur Operasional Transjakarta Daud Joseph, Direktur Pelayanan dan Pengembangan Transjakarta Achmad Izzul Waro, Direktur Teknik dan Fasilitas Transjakarta Wijanarko, serta pengelola angkutan umum di Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong integrasi antarmoda transportasi publik dengan mengajak para operator bus kecil melalui program Jak Lingko di bawah manajemen Transjakarta. Karena angkutan umum memiliki peran penting dalam memajukan.

Sri mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan Jakarta setara dengan kota-kota besar di dunia. Apalagi Jakarta memiliki kekhususan yang tertuang dalam Undang-Undang No 29 tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Karena itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya hadir ke seluruh lapisan. Baik itu atas, menengah, hingga bawah dengan program-program. Salah satunya adalah Jak Lingko.

Agung menambahkan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di sektor transportasi, Jak Lingko, telah membawa perubahan.

Bagi pemilik angkutan umum yang telah bergabung dengan program Jak Lingko akan mendapat penghasilan yang pasti. “Transjakarta yang didukung pendanaan dari public service obligation (PSO) membiayai operasional kendaraan,” terangnya.

Saat ini berdasarkan data Transjakarta sudah ada 700 angkutan umum yang bergabung dalam program Jak Lingko. Bila setiap bus kecil ada 200 pengemudi yang memiliki 4 anggota keluarga yang dinafkahi. Maka ada 8.000 yang merasakan manfaat.

Sementara bagi masyarakat merasakan angkutan yang umum yang lebih aman, nyaman, dan pasti dari program Jak Lingko. “Program ini harusnya memang diperluas dan diperbanyak,” tambahnya.