
JAKARTA, 10 Juli 2026 - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berkolaborasi dengan ParagonCorp meresmikan hak penamaan (naming rights) Halte Swadarma ParagonCorp sekaligus revitalisasi halte, pada Kamis (9/7). Langkah strategis ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menghadirkan fasilitas transportasi publik yang modern, inklusif, dan berkelanjutan bagi warga Jakarta.
Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Halte Transjakarta Swadarma ParagonCorp, bersama dengan Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza dan Group CEO Paragon Corp, Harman Subakat. Peresmian ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan dan peluncuran kerja sama yang telah diinisiasi oleh kedua belah pihak pada tahun lalu.
Halte Swadarma ParagonCorp tampil dengan wajah baru yang dirancang ramah untuk semua kalangan. Revitalisasi ini mengedepankan nilai inklusivitas dan keberlanjutan melalui penyediaan fasilitas penunjang yang mutakhir, seperti pemasangan lift untuk ramah disabilitas dan lansia, serta pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) baru yang lebih aman dan nyaman.
Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem transportasi publik yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana perpindahan tempat, melainkan juga ruang publik yang setara dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menegaskan pentingnya kolaborasi multisektor dalam membangun transportasi kota.
“Terima kasih, yang sebesar-besarnya atas dukungan Pemprov DKI Jakarta, juga ParagonCorp yang telah mewujudkan terciptanya ruang publik yang inklusif dan modern. Kami secara tulus memandang bahwa Transjakarta adalah sebuah platform kolaborasi terbuka. Transjakarta bukan sekadar penyedia bus, melainkan wadah di mana sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat bisa bersinergi demi kemajuan kota," ujar Welfizon.
Halte Swadarma ParagonCorp sendiri merupakan salah satu titik krusial yang melayani mobilisasi padat masyarakat di koridor layang. Halte ini melayani pelanggan untuk Koridor 13 (Ciledug - Tegal Mampang), Rute 13B (Puri Beta - Pancoran), serta Rute 13E (Puri Beta 2 - Flyover Kuningan). Melalui wajah baru dan fasilitas yang lebih lengkap, diharapkan integrasi layanan di rute-rute tersebut dapat berjalan kian optimal.
Transjakarta membuka peluang seluas-luasnya bagi sektor swasta untuk berkolaborasi melalui program hak penamaan (naming rights) halte sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan transportasi publik yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

