
JAKARTA, 12 Oktober 2026 - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan transisi energi bersih dan modernisasi layanan transportasi publik di Jakarta. Langkah konkret ini diwujudkan melalui penjajakan kerja sama strategis antara Transjakarta dengan PT Pertamina (Persero) dan Bank Jakarta yang diresmikan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10).
Penjajakan kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam akselerasi pengembangan ekosistem transportasi ramah lingkungan sekaligus penyediaan solusi pembiayaan yang kokoh untuk mendukung elektrifikasi armada Transjakarta secara berkelanjutan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut baik sinergi antar-lembaga ini sebagai langkah nyata dalam menghadirkan udara Jakarta yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat.
"Melalui alokasi potensi pembiayaan sebesar Rp5,07 triliun untuk elektrifikasi sekitar 3.800 unit bus, Jakarta yang saat ini telah mengoperasikan 500 bus listrik terus bergerak maju. Ketika target ini diwujudkan, hampir 100 persen armada Transjakarta nantinya akan berbasis bus listrik, hybrid, maupun hidrogen. Ini adalah komitmen bersama untuk mengurangi polusi udara secara signifikan, dengan target pada tahun 2029 seluruh armada Transjakarta telah beralih menggunakan bus ramah lingkungan," ujar Gubernur DKI Jakarta.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Welfizon Yuza, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor ini merupakan manifestasi Transjakarta untuk menghadirkan layanan transportasi publik masa depan yang berkelanjutan, efisien, dan ramah lingkungan.
“Dukungan teknologi energi bersih dari Pertamina serta skema pembiayaan yang kuat dari Bank Jakarta akan mempermudah akselerasi pencapaian target dekarbonisasi di sektor transportasi DKI Jakarta,” ujarnya.
Melalui kerja sama dengan PT Pertamina (Persero), akan dilakukan kajian mendalam terkait pengembangan ekosistem hidrogen dan pemanfaatan energi rendah karbon. Ruang lingkup sinergi ini mencakup pertukaran data dan informasi untuk mendukung implementasi teknologi hidrogen dan dekarbonisasi, pelaksanaan program percontohan (pilot project) atau proof of concept kendaraan berbasis hidrogen mencakup bus hidrogen dan moda pendukungnya, serta penjajakan efisiensi energi dan pengurangan emisi gas rumah kaca pada fasilitas dan aset yang dimiliki para pihak.
Sementara itu, kolaborasi bersama Bank Jakarta berfokus pada penyediaan fasilitas pembiayaan investasi untuk mengakselerasi program Elektrifikasi Armada Transjakarta sebanyak 3.782 armada dengan potensi nilai pembiayaan mencapai Rp5,07 triliun. Melalui skema ini, Transjakarta memfasilitasi para operator bus baik armada Bus Besar, Bus Sedang, maupun Bus Kecil/Mikrotrans dalam memperoleh alternatif fasilitas pembiayaan pengadaan armada listrik.
Selain itu, Kredit Investasi (KI) dari Bank Jakarta juga diarahkan untuk pembangunan infrastruktur prasarana, pengadaan sarana, hingga aset pendukung operasional lainnya. Bank Jakarta turut bertindak sebagai arranger dalam mengordinasikan penyediaan fasilitas pembiayaan bersama lembaga keuangan lainnya melalui skema sindikasi, termasuk pengelolaan dana yang aman melalui escrow account bersama para operator bus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui kemitraan strategis ini, tambah Welfizon, Transjakarta optimis dapat mempercepat terwujudnya sistem transportasi publik yang modern, inklusif, dan berwawasan lingkungan menuju Jakarta sebagai kota global yang hijau dan berkelanjutan.
