Berita
07-09-2026
1,5 Juta Perjalanan Setiap Hari, Transjakarta Dorong Mobilitas Jakarta yang Lebih Hijau

JAKARTA, 7 September 2026 – Sebanyak 1,5 juta perjalanan pelanggan setiap hari menjadi peluang besar bagi Transjakarta untuk mendorong mobilitas Jakarta yang lebih ramah lingkungan. Hal tersebut disampaikan Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, Mohamad Deddy Gamawan (Dega), saat menghadiri kegiatan International Day of Clean Air di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (6/9).

Dalam kesempatan tersebut, Dega menyampaikan bahwa besarnya jumlah perjalanan bersama Transjakarta menunjukkan bahwa pilihan masyarakat dalam bermobilitas memiliki dampak terhadap keberlanjutan lingkungan perkotaan. Semakin banyak masyarakat menggunakan transportasi publik, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan untuk mengurangi emisi dan menciptakan kualitas udara yang lebih baik.

“Setiap hari ada 1,5 juta perjalanan yang dilakukan bersama Transjakarta. Ini bukan sekadar angka, tetapi 1,5 juta kesempatan untuk memilih mobilitas yang lebih berkelanjutan. Ketika semakin banyak masyarakat beralih ke transportasi publik, semakin besar pula kontribusi yang dapat kita berikan untuk mengurangi emisi dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” ujar Dega.

Untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang semakin besar sekaligus menekan dampak lingkungan, Transjakarta terus mempercepat transformasi menuju transportasi publik rendah emisi. Saat ini, Transjakarta telah mengoperasikan 500 bus listrik dari lebih dari 4.620 armada yang melayani masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Jumlah tersebut terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Transjakarta mengoperasikan 100 bus listrik pada 2023, meningkat menjadi 300 unit pada 2024, dan mencapai 500 unit pada 2025. Ke depan, Transjakarta menargetkan 50 persen armada terelektrifikasi pada 2027 dan 100 persen bus listrik pada 2030.

“Elektrifikasi merupakan salah satu langkah konkret kami untuk menghadirkan transportasi publik yang semakin rendah emisi. Transformasi ini tidak berhenti pada jumlah bus listrik, tetapi juga bagaimana kami menghadirkan layanan yang nyaman dan menjadi pilihan masyarakat dalam kesehariannya,” kata Dega.

Selain berkontribusi terhadap pengurangan emisi, penggunaan bus listrik memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman karena karakteristiknya yang lebih senyap. Berdasarkan sumber WRI Indonesia sebagai bagian dari TUMI E-Bus Mission 2022 yang tercantum dalam materi Transjakarta, penggunaan bus listrik dibandingkan mobil berbahan bakar bensin berpotensi menghasilkan pengurangan emisi hingga 99,9 persen.

Dega mengatakan upaya menciptakan mobilitas yang lebih hijau juga tidak dapat dilakukan hanya melalui elektrifikasi armada. Integrasi antarmoda menjadi bagian penting agar masyarakat memiliki pilihan perjalanan yang semakin mudah dan seamless.

Transjakarta terus mengembangkan konsep urban multimodal transport melalui integrasi layanan Transjakarta dengan Mikrotrans serta moda pendukung seperti berjalan kaki, sepeda, dan park and ride. Integrasi tersebut memperkuat konektivitas perjalanan masyarakat dari first mile hingga last mile sekaligus memberikan alternatif terhadap penggunaan kendaraan pribadi.

Dalam kegiatan International Day of Clean Air tersebut, Transjakarta mengusung semangat “Bersama Transjakarta untuk Melangkah Lebih Hijau” melalui sejumlah aktivasi, di antaranya Green Mobility Talk, Electric Bus Experience, Green Mobility Exhibition, Clean Air Challenge, dan Green Movement.

Dega menegaskan bahwa upaya menciptakan udara yang lebih bersih membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk melalui pilihan sederhana dalam perjalanan sehari-hari.

“Kami percaya perubahan besar dimulai dari pilihan-pilihan sederhana. Memilih naik transportasi publik, berjalan kaki, menggunakan sepeda, dan memanfaatkan layanan yang terintegrasi merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan masyarakat. Jika pilihan tersebut dilakukan bersama oleh jutaan pelanggan setiap hari, dampaknya akan jauh lebih besar,” ujar Dega.